Tuesday, June 11, 2019

Membuat Kotak Polygon Marka Google Maps dan CRUD Bottom Sheet

Daftar Isi Pelajaran ....

Sahabat ASIC kita dapat membuat titik marka pada peta Google untuk memberi tanda lokasi kordinat latitude dan longitude tertentu. Tapi itu akan mengalami kesulitan jika kita akan membedakan satu rumah dengan rumah yang lain karena jaraknya yang rapat.  Untuk membantu penandaan tersebut dibuatlah poligon kotak yang lebar dan tingginya digambar sesuai posisi kordinat marka. Untuk membedakan kotak satu dengan kotak yang lain diberikan juga pembeda warna, ketebalan garis dan sudut yang dapat disesuaikan dengan posisi rumah atau gedung. Pada latihan ini kita akan membuat kotak persegi panjang, jadi dibutuhkan empat buah titik dengan lebar dan tinggi tertentu dari posisi marka.


Pada latihan ini juga kita membuat fungsi Volley yang mengakses alamat URL Webservice PHP JSON metode POST dengan parameter kotak isian dengan fungsi create, read, update dan delete (CRUD) melaui bottom sheet. Tujuannya agar marka baru yang sudah diinput posisinya tetap ada dalam fragment tertentu untuk menampilkan data marka yang lain.  Selamat mencoba sahabat ASIC.

Petunjuk Penggunaan : Penggunaan.pdf
Aplikasi Android : Application.zip
Webservice PHP JSON : php_webservice.zip
Database dan Struktur : database.zip


Saturday, May 25, 2019

Informasi Tambahan Marka Google Maps melalui Bottom Sheet

Daftar Isi Pelajaran ...

Bottom Sheet adalah informasi yang muncul dari bawah dan dapat ditutup kembali dengan scroll down sheet tersebut.  Bottom Sheet menjadi satu dan menempel pada sebuah fragment atau activity.  Jadi kita dapat memunculkan informasi tambahan yang diperlukan dengan Bottom Sheet dan kita masih berada dalam lingkungan fragment dan activity tersebut.  Pada latihan ini kita mempelajari penggunaan Bottom Sheet pada Google Maps untuk menampilkan detail sebuah marka jika diklik informasinya.  Dengan menggunakan Bottom Sheet kita tidak perlu keluar dari Google Maps dan dapat menutupnya untuk beralih dan menampilkan detail marka yang lain.


Kita akan membuat class Bottom Sheet dan membuat file WebService Data JSON yang baru sesuai ID  marka yang diklik windownya.  WebService akan mengembalikan informasi tambahan marka untuk ditampilkan dalam Bottom Sheet.  Server juga akan memberikan informasi URL gambar yang akan ditampilkan dengan Glide.  Selamat Mencoba Sahabat ASIC.

Petunjuk Penggunaan : Petunjuk.pdf
Aplikasi Android : Application.zip
Web Service dan File Gambar : WebService_Blog.zip
Struktur Data : Struktur_Data.zip

Thursday, May 23, 2019

Gambar Marka Pada Google Maps Clustering

Daftar Isi Pelajaran ...

Sahabat ASIC kali ini kita akan belajar membuat gambar marka jika dilakukan clustering pada Google Maps.  Sebelumnya kita dapat mengganti gambar marka ketika menambahkan marker melalui marker option.  Sekarang kiat akan belajar merubah gambar marka ketika dilakukan clustering melalui fungsi OnBeforeClusterItemRendered.  Juga ditambahakan fungsi yang akan mengupdate secara otomatis tampilan angka clustering sesuai jumlah marka nya.  Fungsi data JSON Volley dengan metode POST dan parameter tetap akan digunakan untuk mengakses WebService data JSON untuk mendapatkan data marka dan data status yang akan kita hubungkan dengan gambar marka.


Pada Pelajaran ini kita akan menambahkan activity menu drawer yang ditampilkan sesuai pilihan login.  Main3Activity ini akan menampilkan fragment frg_google_sheet yang menunjukkan angka clustering marka jika di zoom out (perkecil) dan menampilkan image marka sesuai kriteria jika di zoom in (perbesar).  Agar angka clustering tetap uptodate sesuai dengan jumlah marka ditambahkan fungsi tertentu.  Selamat mencoba sahabat ASIC.

Petunjuk Penggunaan : Petunjuk.pdf
Aplikasi Andriud : Application.zip
WebService PHP JSON : webservice.zip
Struktur Database : database.zip


Monday, May 20, 2019

Compiler Android Studio baru dan akses data JSON Volley metode POST di Server PHP

Daftar Isi Pelajaran ...

Teman teman ASIC setelah libur sekian lama kita jumpa lagi dalam serial Android Studio. Dalam tulisan kali ini selain membahas compiler baru Android Studio baru yang lebih cepat juga akan dibahas mengenai pemrograman data JSON dengan Volley yang memanfaatkan file PHP di web servernya dengan metode POST.  Kenapa hal ini perlu dibahas? Karena banyak temen temen yang membutuhkan akses data volley dengan parameter tertentu yang dikirimkan ke server PHP yang mengembalikan data JSON ke android untuk dilanjutkan dengan kode tertentu.  Karena menggunakan data JSON perlu penambahan sedikit kode di server PHP nya.

Untuk alasan kecepatan dan memanjakan pengguna Google menerbitkan Android Studio 3.1 dengan D8  sebagai Dex compiler default nya. Jadi jika ingin lebih ringan baik ketika start maupun menjalankan Android Virtual Device (AVD) segera download Android Studio baru dengan berbagai fitur yang dapat di baca di link dibawah.  Android studio juga memisahkan untuk compile APK dengan menjalankannya di AVD.  Jadi untuk membuat APK disediakan akses sendiri di menu Build-Build APK.  Jadi ketika kita menjalankan program tidak otomatis dibuatkan APK di folder outputnya.



Dalam pelajaran ini kita akan membuat tiga buah activity yaitu LoginActivity, MainActivity dan Main2Activity.  Ketika login kita akan menggunakan data json yang memiliki parameter untuk mengirimkan email dan password dengan metode POST.  Server PHP data json akan mengembalikan nilai pengecekan sukses (ada data email dan benar pasangan email dan passwordnya) atau salah.  Selain itu server juga akan mengembalikan nilai role yang akan menentukan aplikasi android melalui intent tertentu mengakses Admin (MainActivity) atau User (Main2Activity) untuk ditampilkan.  Selamat mencoba sahabat ASIC.

Link Compiler Google :
  1. Google rilis Android Studio dengan compiler baru
  2. Android Studio 3.1 Developer Blog
  3. What's New in Android Studio 3.1
Petunjuk Penggunaan : Buku_Petunjuk.pdf
Aplikasi Android : Aplikasi_Android.zip
WebService PHP JSON : Web_JSON_PHP.zip
Database Blog : Structure_Data_Database.zip


Tuesday, May 8, 2018

Menambahkan File External JAR

Daftar Isi Pelajaran ...

Pada latihan ini kita akan menambahkan file ekternal berekstensi Java Archive (JAR) ke dalam Android Studio.  File JAR dikembangkan programer sebelumnya untuk fungsi tertentu dengan menggunakan bahasa Java.  File JAR sudah jadi dan kita tinggal menggunakan library yang tertulis didalamnya untuk memudahakan dan menghindari pengembang membuatnya sendiri dari awal.  Biasanya pihak ketiga menyediakan file berekstensi .jar ini.


Pada Android Studio menambahkan library dari luar (ekternal) memiliki langkah tersendiri.  Mulai download dari websitenya, menambahkan file ke folder library (lib) hingga mengaktifkanya melalui  menu Project Structure dan dialog yang disediakan oleh Android Studio.  Setelah diaktifkan maka pesan kesalahan akan hilang dan library tersebut dapat kita gunakan karena sudah masuk (diregistrasi) dalam lingkungan pengembangan kita.  Selamat berlatih sahabat ASIC.

Petunjuk Penggunaan : PetunjukPenggunaan.pdf
Source Code Aplikasi : MySourceCode

Links :
  1. Mengenal Sistem File : JAR Pada Perangkat Android
  2. How To Import Or Add External JAR FIles To Android Studio
  3. Add Android Studio External Java Library (JAR and AAR)
  4. External JAR as Dependency in Android Studio
  5. Membuat Pustaka Android
  6. Difference between JAR vs AAR
  7. Develop an Android Library
  8. How to Export and Import Java Documentation

Sunday, May 6, 2018

Merubah Tampilan Android Studio

Daftar Isi Pelajaran ...

Pengguna dapat merubah font dan tampilan kode program Android Studio melalui tampilan windows Setting.  Penyetelan lain juga dapat dilakukan karena pengguna dapat memilih menu untuk melakukan setting yang sesuai.  Setelah dilakukan setting kita dapat menekan button Apply untuk mengaktifkan perubahan.  Pada latihan ini kita membuat sebuah fragment kosong seperti yang kita lakukan sebelumnya dan merubah latar belakang terang menjadi gelap.



Sebagai sebuah Integrated Development Environment (IDE) Google melakukan penambahan fasilitas Android Studio sesuai dengan penambahan versi.  Tulisan ini menggunakan Android Studio versi 3.0.1 yang dapat kita unduh (download).  Pada latihan ini juga kita menghilangkan pesan kesalahan building gradle dengan menggunakan Google search, text editor dan StackOverFlow.com. Disertakan juga tabel yang menginformasikan petunjuk pada jendela Setting dan URL yang tampil jika ditekan button Help.  Selamat mencoba sahabat ASIC.

Petunjuk Penggunaan : PetunjukPenggunaan.pdf
Petunjuk Penggunaan2 : PetunjukPenggunaanHelp.pdf
Source Code Aplikasi : MySourceCode.zip


Links :
  1. Mengubah tema Android Studio menjadi hitam
  2. Cara Mengganti Tema Tampilan Android Studio
  3. Membuat UI Dashboard Menu Menarik Android Studio
  4. Five Things To Do With Android Studio
  5. Making Android Studio Pretty
  6. Configuring Android Studio
  7. Setting Dialog Help Android Studio


Wednesday, April 25, 2018

Menampilkan Logcat, Debug dan Profile

Daftar Isi Pelajaran ...

Sahabat ASIC sambil menunggu pembelian/pembuatan card IoT, kita akan membahas Android Studio sebagai Integrated Development Enviroment (IDE).  Kenapa ini penting untuk kita bahas?. Karena Android Studio memiliki banyak fasilitas yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan sebuah produk aplikasi.  Sebagai sebuah IDE Andrioid Studio akan ditambah fasilitasnya sejalan dengan bertambahnya versi dari Google.  Pada pelajaran ini kita akan membahas penggunaan Logcat dan Debug serta Profile untuk memudahkan pengembang menelusuri dan menilai kinerja programnya.




Kita akan membuat Activity Lifecycle sederhana dan kita menampilkannya dalam menu Logcat.  Setelah itu kita meletakkan cursor dan mendebug nya dan kita lihat dalam menu debug. Profile juga akan kita sertakan untuk menampilkan kinerja aplikasi yang ditampilkan oleh emulator AVD yang kita buat.  Android Studio akan menampilkan kinerja CPU, Memory dan Network untuk aplikasi dengan meng-klick menu dibawahnya.  Sederhana bukan.  Selamat Mencoba.

Petunjuk Penggunaan : PetunjukPenggunaan.pdf
Source Code Android : MySourceCode.zip

Links :
  1. Android Developer LogCat
  2. StackOverFlow Create AVD
  3. Debugger Android Studio
  4. LogCat Android Studio
  5. Cara melihat Logcat erros android studio